Saya termasuk yang sulit menyerahkan urusan meja ke orang lain. Waktu daftar tamu dan tempat duduk jadi satu, saya akhirnya bisa duduk tenang di acara itu sendiri.
Duduk tenang saat acara
Bukan karena kamu belum pernah mengurus acara. Justru karena kamu tahu persis apa yang bisa salah, dan kamu tidak mau ada satu pun yang jatuh ke tangan yang salah.
Lihat tampilannya



Bukan soal aplikasi. Ini soal tamu yang datang jauh-jauh, dan apakah mereka merasa dihormati.
Kamu masih memikirkan meja nomor tujuh, tempat dua tamu dari keluarga besar duduk jauh dari panggung. Belum ada yang mengeluh, tapi kamu sudah menyiapkan permintaan maaf.
Selesai acara, kamu tahu akan ada obrolan di grup keluarga soal urutan seserahan atau sambutan yang terlalu panjang. Kamu sudah mendengarnya di kepala sebelum acaranya dimulai.
Kamu memeriksa lipatan taplak, sudut kartu nama, dan warna bunga di meja utama. Tidak ada yang meminta, tapi kamu merasa kalau ini meleset sedikit, semuanya ikut terlihat.
Kamu menahan pertanyaan supaya tidak dianggap cerewet, lalu mencari jawabannya sendiri malam hari. Yang orang lihat cuma ketenangan, padahal kamu yang menanggung sisanya.
Kalau kamu pernah memeriksa hal yang tidak akan dilihat siapa pun, kamu tidak sedang berlebihan.
Saya termasuk yang sulit menyerahkan urusan meja ke orang lain. Waktu daftar tamu dan tempat duduk jadi satu, saya akhirnya bisa duduk tenang di acara itu sendiri.
Yang saya takutkan bukan jumlah tamu, tapi ada satu orang yang merasa tidak diperhatikan. Dengan buku tamu digital, saya bisa melihat siapa yang sudah datang dan siapa yang belum.
Saya sempat mengurus semuanya sendiri karena tidak mau merepotkan anak saya. Sekarang dia bisa melihat hal yang sama, jadi saya tidak perlu jadi satu-satunya yang mengingat.
Wedding Tracker, Digital Invitation, Digital Guest Book. Untuk keluarga yang ingin semua tercatat, tanpa harus bergantung pada satu orang yang mengingat semuanya.
Pilih satu dari tiga alat, sesuai yang paling dibutuhkan.
Undangan, daftar tamu, dan buku tamu sekaligus.